Situasi Yaman Memanas, Kemlu Serukan Semua Pihak Tahan Diri
Situasi keamanan di Yaman kembali memanas seiring meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut. Perkembangan terbaru ini mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan kepada seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan mengedepankan upaya deeskalasi demi mencegah memburuknya krisis kemanusiaan.
Dalam pernyataannya, Kemlu RI menegaskan bahwa peningkatan ketegangan di Yaman berpotensi memperparah kondisi rakyat sipil yang selama bertahun-tahun telah terdampak konflik berkepanjangan. Indonesia mendorong semua pihak untuk menghentikan aksi kekerasan dan kembali ke jalur dialog serta diplomasi.
Kekhawatiran atas Dampak Kemanusiaan
Yaman hingga kini masih menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Konflik yang berkepanjangan telah menyebabkan jutaan warga kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan pendidikan. Memanasnya situasi keamanan dikhawatirkan akan semakin menyulitkan penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah terdampak.
Kemlu RI menekankan pentingnya perlindungan warga sipil dan fasilitas sipil sesuai dengan hukum humaniter internasional. Indonesia juga menyerukan agar akses bagi lembaga kemanusiaan internasional tetap dibuka demi memastikan bantuan dapat tersalurkan tanpa hambatan.
Seruan Deeskalasi dan Dialog Damai
Indonesia secara konsisten mendukung penyelesaian konflik Yaman melalui cara damai dan inklusif. Kemlu RI mengajak semua pihak yang bertikai untuk menahan diri, menghindari provokasi, serta membuka ruang dialog guna mencapai solusi politik yang berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia juga mendukung peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan utusan khususnya dalam memfasilitasi proses perdamaian di Yaman. Upaya internasional yang terkoordinasi dinilai penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Komitmen Indonesia terhadap Perdamaian Global
Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif, Indonesia terus berkomitmen untuk mendorong perdamaian dan stabilitas global. Sikap Indonesia terhadap situasi di Yaman mencerminkan konsistensi tersebut, dengan menempatkan dialog, kemanusiaan, dan penghormatan terhadap hukum internasional sebagai prioritas utama.
Kemlu RI berharap semua pihak dapat merespons seruan ini secara positif demi terciptanya situasi yang lebih kondusif. Perdamaian dan stabilitas di Yaman tidak hanya penting bagi rakyatnya, tetapi juga bagi keamanan dan ketertiban kawasan secara keseluruhan.
Viral Bocah SD Nangis saat Ambil Rapor Sendiri karena Broken Home (Foto: TikTok)
JAKARTA – Viral di media sosial video seorang murid SD menangis karena harus mengambil rapor sendiri di sekolahnya. Video itu dibagikan langsung oleh guru dari siswa bernama Tina tersebut.
Dalam video, Tina tampak menangis sesenggukan kemudian berusaha ditenangkan oleh guru bernama Bu Mita yang mengunggah video tersebut. Saat mengunggah video itu, Mita menuliskan caption yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Ia menjelaskan, Tina adalah anak korban broken home di mana orang tuanya telah berpisah. Namun, menurut Bu Mita, ini bukanlah soal broken home atau perpisahan orang tua.
“Ini bukan tentang broken home, ini tentang kepedulian seorang orang tua terhadap anaknya,” tulis Bu Mita di akun TikTok-nya pada.
Ia menyinggung soal kepedulian dari orang tua Tina. Bu Mita pun sudah berusaha menghubungi orang tua Tina sebagai seorang wali kelas.
Saat menghubungi ayah Tina yang ternyata sudah menikah lagi, ayah Tina sempat berusaha untuk hadir, namun motornya rusak. Akhirnya, Bu Mita mencoba menghubungi ibu Tina, namun keberadaannya tidak diketahui dan jarang pulang ke rumah.
Tina pun disebut hanya tinggal berdua dengan kakak laki-lakinya yang duduk di bangku kelas 2 SMA. Tina juga disebut sering datang mengunjungi ayahnya yang tinggal di rumah neneknya.
Bu Mita mengaku tidak bermaksud ingin menjelekkan orang tua Tina. Terlebih, ia tak menyangka bahwa video tersebut akan viral. Ia hanya ingin menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi Tina dan orang tua yang seakan acuh.
Padahal, menurutnya, anak tidak bisa memilih untuk dilahirkan ke dunia dengan keluarga yang seperti apa. Ia pun hanya bisa memeluk Tina dan berusaha menguatkannya saat menangis selama dua jam tanpa henti.
“Kewajiban untuk memberikan kepedulian dan perhatian adalah tugas orang tua. Dan anak berhak mendapatkan perhatian itu dari orang tua. Karena anak tidak meminta untuk dilahirkan dari keluarga yang mana dengan keadaan seperti apa,” tambahnya.
JAKARTA – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bersama Pemangku Kepentingan Siapkan Layanan Optimal Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026
Memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, PT Angkasa Pura Indonesia, yang kini dikenal dengan nama InJourney Airports, bekerja sama dengan seluruh pihak terkait, berkomitmen untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan udara bagi masyarakat. Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan layanan terbaik di tengah lonjakan penumpang selama peak season Nataru (Natal dan Tahun Baru).
Menurut Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, salah satu fokus utama pada periode libur akhir tahun ini adalah mengantisipasi peningkatan permintaan penerbangan, yang biasanya mengalami lonjakan signifikan. Oleh karena itu, pihaknya berkolaborasi intensif dengan berbagai stakeholders, terutama maskapai penerbangan dan AirNav Indonesia, guna memastikan ketersediaan layanan penerbangan yang memadai.
“Selama periode puncak musim liburan ini, kami berupaya untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan penerbangan reguler, tetapi juga menyediakan penerbangan tambahan (extra flight) guna mengakomodir jumlah penumpang yang meningkat. Kami bekerja sama dengan maskapai dan AirNav Indonesia untuk memastikan bahwa pelayanan ini dapat berjalan lancar,” ungkap Mohammad R. Pahlevi dalam pernyataan resmi pada Selasa, 16 Desember 2025.
Pengaturan Slot Waktu untuk Penerbangan Tambahan
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, InJourney Airports telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan tambahan. Salah satunya adalah memastikan ketersediaan slot time—waktu untuk keberangkatan dan kedatangan pesawat—di setiap bandara yang dikelola, guna memfasilitasi ekstra penerbangan yang diajukan oleh maskapai. Pihak regulator juga sudah memberikan persetujuan untuk penerbangan tambahan ini.
Hingga 15 Desember 2025, InJourney Airports telah menerima sebanyak 558 permohonan penerbangan tambahan dari berbagai maskapai, yang direncanakan akan dioperasikan selama periode 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Jumlah penerbangan tambahan ini diperkirakan masih dapat bertambah seiring dengan permintaan dari maskapai.
“Penting untuk diketahui bahwa meskipun kami telah menyiapkan slot time yang cukup, operasional penerbangan tambahan ini tetap bergantung pada keputusan dari maskapai masing-masing,” jelas Mohammad R. Pahlevi.
Untuk memaksimalkan kelancaran operasi, InJourney Airports juga memastikan bahwa bandara-bandara yang berada di bawah pengelolaannya siap beroperasi selama 24 jam penuh, menyesuaikan kebutuhan dari maskapai penerbangan. Dengan adanya sistem kerja fleksibel ini, diharapkan proses penerbangan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
5 Bandara dengan Penerbangan Tambahan Terbanyak
Dalam periode libur Nataru 2025/2026, sejumlah bandara mencatatkan permintaan penerbangan tambahan yang signifikan. Beberapa di antaranya adalah Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, yang mencatatkan sebanyak 211 extra flight. Berikut adalah lima bandara dengan jumlah penerbangan tambahan terbanyak selama periode ini:
Bandara Soekarno-Hatta Tangerang: 211 extra flight
Bandara Internasional Yogyakarta: 37 extra flight
Bandara Radin Inten II Lampung: 30 extra flight
Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok: 7 extra flight
Bandara Ahmad Yani Semarang: 6 extra flight
Keberhasilan dalam mengakomodasi permintaan ini tentu tak lepas dari kesiapan fasilitas dan personel yang disiapkan oleh InJourney Airports.
Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Fasilitas Bandara
Wakil Direktur Utama InJourney Airports, Achmad Syahir, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh fasilitas dan sumber daya manusia untuk memastikan kelancaran operasional selama periode liburan. Pihaknya telah menyiapkan sekitar 16.000 personel yang tersebar di 37 bandara yang dikelola oleh InJourney Airports. Tugas mereka antara lain mencakup pengelolaan keselamatan penerbangan, layanan pelanggan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengamanan bandara.
“Selain menyiapkan tenaga kerja yang terlatih, kami juga menempatkan personel di setiap titik layanan penumpang, mulai dari fasilitas boarding hingga area check-in dan keamanan. Kami ingin memastikan bahwa setiap penumpang mendapatkan pelayanan yang memadai di setiap tahapan perjalanan,” ujar Achmad Syahir.
Lebih lanjut, Achmad Syahir menyebutkan bahwa aspek keamanan di bandara juga mendapat perhatian serius, dengan dukungan penuh dari aparat TNI dan Polri. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang, baik di darat maupun di udara.
Imbauan kepada Calon Penumpang
Menghadapi lonjakan penumpang pada periode libur akhir tahun, InJourney Airports mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk datang lebih awal ke bandara, guna memberikan waktu yang cukup untuk memproses berbagai persiapan keberangkatan. Hal ini sangat penting untuk menghindari potensi keterlambatan dan memastikan kelancaran perjalanan.
“Keamanan, kenyamanan, dan keselamatan menjadi prioritas utama kami. Dengan koordinasi yang baik antara semua pihak yang terlibat, kami berharap dapat memberikan pengalaman perjalanan udara yang lancar dan menyenangkan bagi seluruh penumpang,” tutup Achmad Syahir.
Dengan berbagai langkah persiapan dan koordinasi yang matang, InJourney Airports siap menyambut arus libur Nataru 2025/2026 dengan optimisme tinggi, demi menciptakan pengalaman penerbangan yang aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Polisi Nyamar Ungkap Bisnis Open BO di Sunter Jakut
Polisi Nyamar Ungkap Bisnis Open BO di Sunter Jakut
Polisi Jakarta Utara menggelar operasi penyamaran. Tujuannya untuk membongkar praktik Open BO yang dilaporkan warga. Kasus ini terjadi di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Operasi berlangsung cepat. Polisi menyamar sebagai pembeli layanan ilegal. Langkah itu dilakukan untuk memastikan keberadaan pelaku di lokasi.
Laporan Warga Jadi Awal Pengungkapan
Warga Sunter melapor. Mereka melihat aktivitas mencurigakan di sebuah penginapan. Polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dengan penyelidikan lapangan.
Beberapa petunjuk ditemukan. Polisi lalu menyusun strategi penyamaran.
Polisi Menyamar dan Memancing Pelaku
Tim kepolisian membuat janji dengan pelaku melalui aplikasi. Aplikasi ini kerap digunakan dalam kasus serupa.
Saat pelaku tiba di lokasi, polisi langsung mengamankannya. Barang bukti juga dikumpulkan untuk memperkuat proses hukum.
Pelaku Mengaku Beroperasi Secara Online
Pelaku menjelaskan bahwa ia menjalankan aktivitasnya secara online. Ia memakai banyak akun. Ia juga berpindah-pindah tempat untuk menghindari pemantauan.
Polisi kini menelusuri jaringan lain yang mungkin terlibat.
Respons Kepolisian
Kepolisian Jakarta Utara menegaskan bahwa kegiatan ilegal seperti ini akan ditindak tegas. Mereka juga mengingatkan bahwa praktik tersebut melanggar hukum.
Polisi bekerja sama dengan tim siber untuk memantau aktivitas serupa.
Imbauan untuk Warga
Warga diminta melapor jika melihat hal mencurigakan. Polisi membuka layanan cepat untuk laporan masyarakat.
Keterlibatan warga sangat membantu dalam menjaga keamanan lingkungan.